Pengembangan Material Berbahan Serat Daun Nanas untuk Pengembangan Desain Produk Siap Pakai (2019)
— Studi Kasus Kota Prabumulih, Sumatera Selatan



Penelitian ini bermaksud untuk memberikan pilihan pengembangan bahan baru dari serat daun nanas dan menerapkannya pada desain produk siap pakai. Bahan baru yang terbuat dari serat daun nanas ini diharapkan dapat diproduksi dalam skala industri kecil dan dapat diterapkan di kota-kota penghasil nanas di Indonesia, seperti 'Kota Nanas' Prabumulih.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan penerapan eksplorasi langsung pada material serat daun nanas. Dua jenis material olahan: benang (woven) dan non-woven dikembangkan dalam penelitian ini. Proses awal pembuatan serat daun dilakukan melalui proses decorticating yang dilakukan di Subang, menggunakan mesin decorticating daun nanas.

Dalam percobaan skala laboratorium, dilakukan percobaan material non-woven dari serat daun nanas dengan beberapa material pengikat (binder). Beberapa binder yang digunakan adalah karet alam olahan, lem kayu, dan olahan karet bekas.

Hasil eksperimen dalam skala laboratorium dengan berbagai proses berbeda terhadap material benang menghasilkan 6 (enam) tingkat kehalusan benang, sementara eksperimen terhadap material non-woven menghasilkan 5 (lima) jenis material. Kelima jenis material tersebut diperoleh dari penggunaan pengikat yang berbeda.

Serat daun nanas memiliki potensi yang cukup bagus di kota Prabumulih dan di Indonesia. Pengembangan material serat daun nanas bukanlah hal yang baru, namun teknologi untuk pengembangan produk berbahan serat daun nanas pada skala industri kecil menengah di Indonesia ini belum berkembang baik.

Design Ethnography Lab.
KK Manusia dan Desain Produk Industri

Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Teknologi Bandung

Center for Arts, Design and Language
(CADL) Building 7th Floor
Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132


© DE:Lab 2019, all rights reserved.

︎         ︎           ︎