Kajian Potensi Produk Unggulan dengan Pemanfaatan Pelepah Pinang untuk Desa Wisata Provinsi Jambi (2017)


Provinsi Jambi memiliki kekayaan alam yang cukup besar. Dengan beberapa kabupaten yang ada dan bergulirnya dana desa berkembang, Jambi menjadi destinasi wisata yang memanfaatkan potensi daerahnya masing-masing.

‘Desa Tuntas Jambi’ (DTJ) merupakan satu jaringan di mana beberapa desa di provinsi Jambi ini tergabung. Tujuan dibentuknya jaringan ini ialah agar terjadi sinergi antar satu desa dengan yang lainnya, serta mendukung perkembangan desa-desa tersebut. DTJ ini dibentuk untuk mengawal beberapa desa dalam meningkatkan potensi desanya masing-masing agar setiap desa dapat berdaya.

Salah satu desa yang dibina berada di kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terkenal dengan tanaman pinang. Tumbuhnya pohon pinang (Areca catechu) ini dapat dimanfaatkan mulai dari buahnya hingga pelepah daunnya. Buah pinang pada umumnya banyak digunakan sebagai campuran makan sirih bersama gambir dan kapur, namun pada dasarnya buah pinang banyak digunakan sebagai obat. Ini dikarenakan buah pinang memiliki khasiat yang dapat mengobati disentri dan cacingan. Selain buah pinang yang sudah digunakan, pelepah pinang yang dikenal dengan nama upih pinang juga banyak digunakan masyarakat Jambi. Pelepah pinang banyak digunakan sebagai bungkus makanan tradisional.

Pelepah pinang memiliki karakter material yang berserat, menjadikannya kuat, unggul, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih. Dengan pengolahan khusus, material ini berpotensi untuk digunakan menjadi produk tertentu seperti wadah-wadahan. Potensi dan kekhasan pelepah pinang inilah yang akan dikembangkan menjadi produk unggulan provinsi Jambi sebagai wadah makanan tradisional yang ramah  lingkungan.

Kegiatan diawali dengan survei di beberapa daerah di Jambi (Kerinci dan sekitarnya) di bulan April 2017. urvey bertujuan mencari potensi apa yang mungkin dikembangkan di kabupaten-kabupaten yang ada di Jambi. Dilakukan bersama Yayasan Desa Emas dan Desa Tuntas Jambi, survei berlangsung dalam 5 hari.

Survei awal ini menghasilkan penemuan adanya potensi besar pada karet dan pinang, sumber daya alam yang belum dioptimalkan di Jambi. Perlu dilakukan pengembangan-pengembangan dalam hal desain pada kedua material alam ini agar masyarakat dapat mengolahnya. Hasil olahan tersebut dapat diambil manfaatnya secara langsung dari hasil alam yang masyarakat miliki.

Bapak Abdi Noor adalah salah seorang warga Jambi yang gelisah dengan keadaan ini, di mana pelepah pinang belum dimanfaatkan dengan baik. Beliau mencoba menghubungi ITB untuk mendapatkan bantuan, khususnya dalam pengoptimalan pelepah pinang agar dapat menyejahterakan masyarakatnya. Beliau sudah mencoba secara swadaya mengembangkan mesin press untuk mencetak pelepah pinang menjadi bentuk tertentu. Namun, dalam prosesnya masih terdapat beberapa kendala, khususnya dalam hal kepraktisan dalam mengoperasikan mesin yang mereka buat.

Desa Tuntas Jambi berperan sebagai penghubung antara kebutuhan dari masyarakat dengan perguruan tinggi, salah satunya ITB. DTJ mencoba menyinergikan antara kebutuhan beberapa desa yang sedang berkembang menjadi desa wisata dengan potensi daerah berupa pelepah pinang. Keduanya dapat dijadikan satu produk yang saling melengkapi.

Dalam pengembangannya, pengabdian pada masyarakat ini akhirnya disepakati untuk mengembangkan produk yang berasal dari bahan pelepah pinang. Hal ini didukung oleh jumlahnya yang sangat banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam pengembangannya, dibuat beberapa pola lipatan bentuk wadah  yang memungkinkan menampung benda cair di dalamnya.

Design Ethnography Lab.
KK Manusia dan Desain Produk Industri

Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Teknologi Bandung

Center for Arts, Design and Language
(CADL) Building 7th Floor
Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132


© DE:Lab 2019, all rights reserved.

︎         ︎           ︎